π§ππ₯π’π£π’π‘πππ¦π£ππ₯ππ¦ππ ππ¦π¬ππ₯ππππ§.ππ’π | Kantor BKKBN Kecamatan Marioriwawo, Kelurahan Tettikenrarae, kembali menggelar kegiatan rutin Sekolah Lansia pada Rabu, 21 Mei 2026. Kegiatan yang mengangkat tema βPemanfaatan Lahan Pekaranganβ tersebut menghadirkan pemateri dari Kepala Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian dan Perikanan Indonesia (BPPI) Congko serta didampingi oleh Sulistiani Dwi Indryaningsih, S.H., M.Si., selaku penyelenggara Sekolah Lansia.
Kegiatan ini diikuti oleh warga lanjut usia berusia 60 tahun ke atas. Sekolah Lansia tersebut bertujuan mendorong para lansia agar tetap aktif, sehat, produktif, serta memiliki keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, pihak BPPI menyampaikan sejumlah materi penting terkait pemanfaatan lahan pekarangan. Materi tersebut meliputi cara menanam sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), serta buah-buahan di pekarangan rumah.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang pemanfaatan barang bekas, seperti plastik minyak goreng, kaleng, dan wadah biskuit sebagai pengganti polibag bagi warga yang memiliki lahan sempit. Pemateri turut menjelaskan penerapan pertanian sehat tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
Materi lainnya mencakup cara mengolah hasil panen menjadi produk bernilai jual, penanganan hama tanaman menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan, serta pemanfaatan lahan kosong untuk menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menambah pendapatan ekonomi keluarga.
Para peserta lansia terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme itu melahirkan gagasan untuk membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Lansia yang nantinya akan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan UPTD Puskesmas Takalala sebagai lokasi percontohan pertanian.
Gagasan tersebut muncul pada akhir sesi kegiatan. Pihak BPPI menyatakan kesiapan untuk mendampingi, memberikan arahan, serta pelatihan lanjutan kepada para lansia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan langkah tersebut dapat menjadi percontohan di Kecamatan Marioriwawo sehingga semakin banyak lahan kosong yang dimanfaatkan menjadi lahan produktif, sekaligus mendorong para lansia agar tetap aktif, sehat, mandiri, dan produktif di usia lanjut.











