Palopo:teropongaspirasimasyarakat.com
Dinas Pendidikan Sulsel tertantang untuk mengungkap tentang siapa biang kerok yang berani memanipulasi data oknum staf operator dapodik dapat sertifikasi sebagaimana layaknya guru di SMAN 1 Palopo, Sulsel.
Berdasarkan data yang diperoleh media ini bahwa adanya seorang ASN yang terkait dengan pemberian sertifikasi layaknya sebagai guru. Oknum staf operator dapodik yang diketahui bernama Reski Kurniawan Takdir.SE, yang diketahui diangkat menjadi Staf gol IIIA TMT 01 April 2019, diduga mendapat sertifikasi layaknya seperti guru meskipun posisinya sebenarnya sebagai staf struktural pada SMA 1 palopo.
Reski Kurniawan Takdir.SE diangkat sebagai staf gol IIIA dan bertugas sebagai operator dapodik pada sekolah SMA 1 Palopo terkait mendapat sorotan terungkap bahwa oknum tersebut diduga melakukan kesalahan pendataan dan menerima sertifikasi sebagai mana layaknya guru, meskipun posisinya bukan sebagai guru, melainkan sebagai staf struktural operator dapodik pada SMA 1Palopo.
Dalam konfirmasi terkait dugaan pelanggaran manipulasi data, Staf Pengelola Keuangan Sertifikasi Guru, pada dinas pendidikan prov sulsel ditemui diruang kerjanya menjelaskan bahwa pembayaran sertifikasi guru dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dari TIM Verifikasi diantaranya Cabang Dinas Pendidikan Pengawas sekolah, Kepala Sekolah termasuk yang bersangkutan semuanya harus menandatangani surat pernyataan bahwa guru tersebut layak di bayaran dan menerima sertifikasi.
Lanjut menegaskan bahwa mulai saat ini, ia menolak untuk membayar sertifikasi bagi oknum tersebut. “
Kami dari Dinas Pendidikan membayar sertifikasi guru berdasarkan hasil TIM verifikasi dari Cabang Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan pengawas sekolah juga yang bersangkutan yang ikut bertanda tangan surat pernyataan layak bayar. Namun, mulai saat ini, saya tidak akan membayar lagi sertifikasi untuk oknum tersebut, Jika benar ada manipulasi data, oknum tersebut akan mengembalikan uang negara,” tegasnya
Dugaan adanya Skandal ini tentu saja menciptakan kehebohan di lingkungan SMAN 1 Palopo, sementara pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan manipulasi data yang melibatkan oknum staf pada SMA 1 palopo.
Masyarakat berharap kepada dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan untuk menindak lanjuti dugaan tersebut agar memastikan bahwa sudah tidak ada lagi kejadian seperti ini di sekolah lain maupun dilingkup dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan.
Untuk lebih jelasnya, terkait dugaan adanya oknum manipulasi data agar sertifikasi oknum staf operator dapodik pada SMA 1 Palopo dibayar sebagai mana layaknya Guru.
Menyikapi hal itu Kadisdik Sulsel A.Iqbal Nadjamuddin yang dikonfirmasi media ini hanya mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil Kepala sekolahnya, ujarnya singkat.
Sementara Kepala SMAN 1 Palopo yang dikonfirmasi melalui washaap miliknya tidak mendapat respon hingga berita ini live, tidak ada tanggap,,,an. ( Muh Ahmad)












