MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 — Sebanyak 11 santri TPA Nurul Islam Unit 228 Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, turut berpartisipasi dalam Munaqasyah Santri ke-29 Tahun 2026 yang diselenggarakan LPPTKA BKPRMI Kota Makassar.
Keikutsertaan para santri tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi pembelajaran sekaligus upaya TPA Nurul Islam Buntusu dalam mendorong santrinya untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memahami dasar-dasar keislaman, serta menguasai hafalan dan praktik ibadah.
Munaqasyah tahun ini diikuti sekitar 800 santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar.
Rangkaian Munaqasyah diawali dengan ujian teori yang dilaksanakan secara serentak pada Ahad, 9 Agustus 2026, di SMA Negeri 1 Makassar, Jalan Gunung Bawakaraeng. Salah satu materi yang diujikan adalah Dinul Islam, selain materi keislaman lainnya seperti ilmu tajwid dan Tahsinul Kitabah atau keterampilan menulis huruf Arab.
Dari TPA Nurul Islam Unit 228 Buntusu, terdapat 11 santri yang mengikuti ujian tersebut, yakni Muh. Rifa’i, Muh. Muzammil Az Zukhruf, Muh. Rafi Zamzami, Muh. Habibie, Mutmainah Nur Afni H, Ahmad Jamal, Fauzan Asyraf, Muh. Aidan Akbar, Nur Hijriah Al Mukni, Keisha Nabila, dan Balqis Azzahra Zahra Salsabilah.

Namun, perjuangan para santri belum berakhir pada ujian teori. Munaqasyah masih akan dilanjutkan dengan tahap kedua berupa ujian lisan, yang menjadi salah satu bagian penting dalam menilai kemampuan santri secara langsung.
Pada ujian lisan tersebut, para santri akan berhadapan dengan tim penguji untuk memperlihatkan kemampuan mengaji Al-Qur’an dan hafalan yang telah dipelajari selama mengikuti pendidikan di TPA. Tahapan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara langsung sekaligus menguji penguasaan hafalan mereka.
Ujian lisan dan praktik hafalan dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 20 Agustus 2026 di sejumlah lokasi yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar.
Dengan adanya dua tahapan ujian tersebut, Munaqasyah tidak hanya mengukur kemampuan santri dari sisi pengetahuan melalui ujian tertulis, tetapi juga melihat kemampuan mereka dalam praktik membaca Al-Qur’an dan penguasaan hafalan.
Bagi TPA Nurul Islam Unit 228 Buntusu, keikutsertaan 11 santri dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan yang diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus motivasi bagi para santri untuk semakin giat belajar.
Munaqasyah juga menjadi momentum bagi santri untuk mengukur sejauh mana hasil pembelajaran yang telah mereka jalani selama berada di TPA. Hasil dari proses tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan santri.
Keikutsertaan para santri TPA Nurul Islam Buntusu dalam Munaqasyah Santri ke-29 diharapkan tidak berhenti pada pencapaian hasil ujian semata. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, membentuk akhlak yang baik, serta mendorong para santri untuk mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan masih berlangsungnya tahapan ujian lisan, perjuangan ke-11 santri TPA Nurul Islam Unit 228 Buntusu masih terus berlanjut. Mereka diharapkan dapat mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat, percaya diri, dan memberikan kemampuan terbaiknya hingga seluruh rangkaian Munaqasyah selesai.











