Teropong Aspirasi Masyarakat
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • Login
  • Home
  • News
    • Semua
    • Daerah
    • Nasional
    Siapa Bilang Jadi Guru di Kelas Itu Mudah: Di Balik Papan Tulis Ada 35 Dunia yang Harus Dipahami

    Siapa Bilang Jadi Guru di Kelas Itu Mudah: Di Balik Papan Tulis Ada 35 Dunia yang Harus Dipahami

    PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027

    PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027

    Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal

    Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal

    Kandidat Doktor UNM Lolos Seleksi Administrasi Kadisdik Parepare

    Kandidat Doktor UNM Lolos Seleksi Administrasi Kadisdik Parepare

    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi
  • Home
  • News
    • Semua
    • Daerah
    • Nasional
    Siapa Bilang Jadi Guru di Kelas Itu Mudah: Di Balik Papan Tulis Ada 35 Dunia yang Harus Dipahami

    Siapa Bilang Jadi Guru di Kelas Itu Mudah: Di Balik Papan Tulis Ada 35 Dunia yang Harus Dipahami

    PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027

    PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027

    Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal

    Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal

    Kandidat Doktor UNM Lolos Seleksi Administrasi Kadisdik Parepare

    Kandidat Doktor UNM Lolos Seleksi Administrasi Kadisdik Parepare

    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
Teropong Aspirasi Masyarakat
Home News

Siapa Bilang Jadi Guru di Kelas Itu Mudah: Di Balik Papan Tulis Ada 35 Dunia yang Harus Dipahami

adm-aspirasirakyat by adm-aspirasirakyat
Oktober 21, 2026
Reading Time:4min read
0
Siapa Bilang Jadi Guru di Kelas Itu Mudah: Di Balik Papan Tulis Ada 35 Dunia yang Harus Dipahami

RELATED POSTS

PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027

Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal

Kandidat Doktor UNM Lolos Seleksi Administrasi Kadisdik Parepare

Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd
Penasehat MGMP Seni Budaya SMA/SMK Provinsi Sulawesi Selatan / Akademisi FSD UNM

MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 |
Ada kalimat yang sering saya dengar di warung kopi, di ruang tunggu kantor, bahkan di media sosial. Enak ya jadi guru, kerja setengah hari, libur banyak. Kalimat itu terdengar ringan, tapi bagi kami yang setiap pagi berdiri di depan kelas, kalimat itu terasa sangat jauh dari kenyataan.

Siapa bilang jadi guru di kelas itu mudah. Silakan datang dan duduk di kursi belakang kelas saya selama tujuh jam. Lihat apa yang sebenarnya terjadi.

Di balik papan tulis yang tampak sederhana itu, ada tiga puluh lima dunia yang harus dipahami dalam satu waktu. Tiga puluh lima kepala dengan cerita yang berbeda-beda. Ada anak yang datang ke sekolah dengan perut kenyang dan semangat penuh karena semalam belajar ditemani orang tuanya. Di sebelahnya duduk anak yang semalaman tidak tidur karena harus menjaga adiknya yang sakit. Ada anak yang matanya berbinar ketika mendengar kata menari, dan ada anak yang langsung menunduk minder karena merasa tidak berbakat seni sama sekali. Tugas guru adalah merangkul semuanya dalam satu irama yang sama.

Menjadi guru Seni Budaya misalnya, sering dianggap mata pelajaran pelengkap. Padahal tantangannya jauh lebih kompleks dari sekadar mengajarkan cara menggambar atau cara menari Padduppa. Kami tidak hanya mengajarkan wiraga, wirama, dan wirasa. Kami sedang mengajari anak-anak untuk percaya diri. Betapa sulitnya meyakinkan seorang remaja laki-laki yang pemalu untuk berani bergerak lembut di depan teman-temannya. Betapa tidak mudahnya membuat anak yang sudah kecanduan gawai untuk mau menyentuh kecapi, memainkan gendang, dan merasakan getaran budaya leluhurnya sendiri. Itu bukan pekerjaan teknis, itu pekerjaan hati.

Guru di kelas adalah seorang aktor sekaligus sutradara. Dalam satu jam pelajaran, kami harus berganti peran berkali-kali. Lima menit pertama kami menjadi motivator yang membakar semangat anak yang lesu. Sepuluh menit berikutnya kami menjadi psikolog yang harus peka melihat ada siswi yang diam-diam menangis karena masalah di rumah. Menit berikutnya kami harus menjadi penegak disiplin ketika ada siswa yang ribut. Dan di akhir pelajaran, kami harus menjadi sahabat yang merangkul mereka dan berkata, besok kita coba lagi ya, nak.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Kami pulang jarang dengan baju yang masih rapi dan suara yang masih jernih. Yang kami bawa pulang adalah suara serak karena harus menjelaskan materi yang sama berulang-ulang dengan intonasi yang berbeda agar semua paham. Yang kami bawa pulang adalah energi yang terkuras karena harus memastikan tidak ada satu anak pun yang tertinggal. Yang kami bawa pulang adalah pikiran yang terus berputar, apakah pendekatan saya tadi sudah benar, apakah anak yang duduk di pojok tadi sudah paham, bagaimana caranya agar besok ia mau tersenyum lagi.

Era sekarang membuat tugas guru semakin berat. Kami berhadapan dengan generasi yang hidupnya dikelilingi TikTok, YouTube, dan kecerdasan buatan. Informasi ada di mana-mana. Siswa bisa mencari tutorial menari jauh lebih menarik di ponselnya daripada mendengarkan penjelasan kami. Jika guru tidak berinovasi, tidak kreatif, dan tidak terus belajar, maka kami akan ditinggalkan. Guru Seni Budaya dituntut untuk tidak hanya mahir dalam seni tradisi, tetapi juga harus melek digital, mampu mengemas Tari Pa’gellu Toraja agar terlihat keren di layar ponsel, mampu menjelaskan filosofi Lipa Sabbe dengan bahasa anak muda. Itu membutuhkan belajar tanpa henti, sementara kami juga tetap harus mengajar tanpa henti.

Lalu ada beban administrasi yang sering tidak terlihat oleh publik. Di luar jam mengajar, guru masih harus menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka, membuat rubrik penilaian yang adil, mengisi e-rapor, mengikuti pelatihan, membina ekstrakurikuler, dan mendampingi siswa yang akan lomba. Semua itu dikerjakan sering kali hingga larut malam, setelah anak-anak kami sendiri di rumah sudah tidur. Jadi jika ada yang mengatakan guru pulang jam satu siang dan bersantai, itu keliru besar. Raga kami mungkin pulang, tapi pikiran kami masih tertinggal di kelas.

Namun percayalah, di balik semua lelah itu, ada kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi. Tidak ada profesi lain yang kebahagiaannya sesederhana melihat anak yang tadinya tidak bisa sama sekali, tiba-tiba bisa memainkan satu petikan kecapi dengan benar. Tidak ada kebahagiaan yang lebih murni selain melihat siswi yang tadinya sangat pemalu, kini berani tampil percaya diri di panggung pentas seni sekolah. Momen-momen itulah yang membuat kami bertahan. Momen-momen kecil yang tidak pernah masuk berita, tapi menjadi bahan bakar besar bagi seorang guru.

Oleh karena itu, tulisan ini bukan untuk mengeluh. Tulisan ini untuk meluruskan pandangan. Menjadi guru di kelas tidak pernah mudah. Ia adalah pekerjaan yang menuntut kesabaran seluas samudra, ketulusan tanpa batas, dan keikhlasan untuk menjadi lilin yang terus menyala meski dirinya sendiri perlahan meleleh.

Jika masyarakat ingin pendidikan kita maju, maka hargailah proses yang terjadi di dalam kelas. Dukung guru dengan kepercayaan, bukan dengan prasangka. Berikan ruang bagi guru untuk berkreasi, untuk salah, dan untuk belajar lagi. Karena ketika guru dihargai dan dimerdekakan, maka ia akan mampu memerdekakan tiga puluh lima dunia di hadapannya.

Dan bagi rekan-rekan guru di seluruh Sulawesi Selatan, khususnya keluarga besar MGMP Seni Budaya SMA dan SMK, tetaplah kuat. Tugas kita memang tidak mudah, tapi tugas kita sangat mulia. Di tangan kitalah karakter, rasa, dan jiwa generasi pelanjut budaya Sulsel ini dibentuk. Teruslah menari, teruslah berkarya, dan teruslah mendidik dengan hati.

Karena pada akhirnya, yang membuat seorang guru tetap berdiri di depan kelas bukanlah karena gajinya, tapi karena ia percaya bahwa di antara tiga puluh lima dunia itu, ada satu dunia yang hidupnya akan berubah karena kehadirannya hari ini.

Bagaimana Reaksi Anda ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Bagikan ini:

  • Skype
  • Pinterest
  • Pocket
  • Reddit
  • LinkedIn
  • Tumblr

Terkait

ShareTweetSendShareShare
adm-aspirasirakyat

adm-aspirasirakyat

Related Posts

PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027
News

PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027

Oktober 20, 2026
Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal
News

Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal

Oktober 15, 2026
Kandidat Doktor UNM Lolos Seleksi Administrasi Kadisdik Parepare
News

Kandidat Doktor UNM Lolos Seleksi Administrasi Kadisdik Parepare

Oktober 13, 2026
Mahasiswa PPG UNM Gelar Expo Metamorfosis
News

Mahasiswa PPG UNM Gelar Expo Metamorfosis

Oktober 12, 2026
SS Disdik Sulsel Masifkan Literasi Penguatan Karakter
News

SS Disdik Sulsel Masifkan Literasi Penguatan Karakter

Oktober 9, 2026
SMKN 3 Palopo Lantik Perwira Pelayaran Kapal Niaga Tingkat IV
News

SMKN 3 Palopo Lantik Perwira Pelayaran Kapal Niaga Tingkat IV

Oktober 7, 2026
Please login to join discussion

Cuaca

Fans Page

Teropong Aspirasi Masyarakat.com

Paling Popoler

  • Disdik Sulsel Kehilangan Putra Terbaik

    Disdik Sulsel Kehilangan Putra Terbaik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PENGANTAR PENDIDIKAN BUKAN MATA KULIAH HAFALAN: FONDASI MENJADI GURU YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd (Dosen FSD UNM)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Genius 14 Wakili Kabupaten Maros di Ajang Cerdas Cermat Guru Puncak TPN XIII Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMKN 3 Palopo Lantik Perwira Pelayaran Kapal Niaga Tingkat IV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
Teropong Aspirasi Masyarakat

Media Online Teropong Aspirasi masyarakat

Pos-pos Terbaru

  • Siapa Bilang Jadi Guru di Kelas Itu Mudah: Di Balik Papan Tulis Ada 35 Dunia yang Harus Dipahami
  • PUNYA MINAT SENI DAN DESAIN? FSD UNM BUKA 4 PRODI BARU, SIAP CETAK ANGKATAN PERINTIS 2027
  • Gelar Karya dan Resmikan Ruang Baru, SMAN 12 Maros Padukan Revitalisasi dan Kearifan Lokal

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News
  • Olaraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Uncategorized

© 2021 - 2021 Teropong Aspirasi Masyarakat

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi

© 2021 - 2021 Teropong Aspirasi Masyarakat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Kirim Berita