MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 | Kabar duka menyelimuti jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Haris, S.Kom., M.M., berpulang ke Rahmatullah pada Selasa, 29 September 2026, pukul 01.10 WITA.
Kepergian mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bulukumba–Bantaeng itu berlangsung secara tiba-tiba. Haris dikabarkan mengalami keluhan di sekitar dada sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
Kepergian tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sejawat, tenaga pendidik, hingga jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Mustakim, saat melepas jenazah, menyebut kepergian Haris sebagai kehilangan besar bagi institusi. Menurutnya, almarhum telah mengabdikan diri selama 32 tahun di bidang pendidikan.
“Kita kehilangan salah satu putra terbaik di dinas pendidikan. Dedikasinya dalam bidang pendidikan sudah tidak diragukan lagi,” ujar Mustakim.
Ia menambahkan, Haris merupakan sosok pegawai yang menjadi panutan dan teladan bagi staf lainnya.

Haris mengawali pengabdiannya dari bawah. Sebelum menjadi aparatur sipil negara, ia pernah bekerja sebagai petugas kebersihan atau cleaning service. Dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar, perjalanan kariernya kemudian berkembang hingga diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan II.
Ia mulai mengemban sejumlah jabatan struktural, di antaranya Kasubag Tata Usaha dan Kepala Seksi SMA. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V yang meliputi Bulukumba dan Bantaeng.
Haris dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, cepat bersosialisasi, dan tidak segan membantu siapa pun. Meski telah menduduki sejumlah jabatan strategis, sikap ramah dan rendah hati tetap melekat dalam kesehariannya.
Kabar kepergiannya yang mendadak bahkan sempat membuat sejumlah sahabat tidak percaya.
“Saya sempat tidak percaya. Jadi, saya langsung telepon nomornya,” tutur Mustang, salah seorang sahabat karib almarhum, setelah membaca kabar duka yang beredar di grup WhatsApp.
Namun, telepon tersebut tidak lagi disambut suara ramah Haris seperti biasanya.
Selain berkiprah dalam birokrasi pendidikan, Haris juga dikenal akrab dengan dunia kepenulisan. Sejumlah tulisannya menghiasi berbagai media lokal di Sulawesi Selatan sebagai citizen reporter.
Di kalangan rekan dan sahabat, Haris juga dikenal dengan sapaan “Pak Ketua”.
Sesaat setelah kabar duka tersebar, ucapan belasungkawa mengalir melalui berbagai media sosial dan grup percakapan. Kerabat, tenaga pendidik, serta rekan sejawat mengenang Haris sebagai sosok yang ramah, rendah hati, suka membantu, dan memberikan bimbingan selama menjalankan tugasnya.
Suasana rumah duka juga didatangi sejumlah staf, mantan pejabat, jurnalis, LSM, serta beberapa kepala sekolah dari Bantaeng dan Bulukumba.
Haris mengabdikan diri kepada negara sejak diangkat pada 1990. Perjalanan panjangnya, dari seorang *cleaning service* hingga dipercaya memimpin Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan Sulawesi Selatan.
Haris meninggalkan seorang istri, Hainong, serta empat orang anak, yakni Suci Maalikul Mulki (28), Khusnul Khatimah (26), Atry Ananda Haris (20), dan Nadim Rafidan Haris (6).
Selamat jalan, Pak Haris. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah, mengampuni segala kekhilafan, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
(Budi/PPID Disdik Sulsel)













