MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 | Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar kegiatan Expo Metamorfosis akhir pekan lalu.
Kegiatan itu dilaksanakan di Sentra Wirajaya Makassar. Kegiatan ini menjadi puncak program penguatan kapasitas mempertahankan perubahan positif bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Metamorfosis merupakan program pendampingan yang dirancang, untuk mendukung penerima manfaat dalam mempertahankan perubahan positif dan mempersiapkan diri kembali berinteraksi dengan keluarga serta masyarakat.
Ketua Projek Muhammad Yusran Hayat, S.Pd dalam rilisnya mengatakan, program tersebut berlangsung pada 26 September hingga 7 Oktober 2026 melalui empat pertemuan yang saling berkesinambungan.
“Berbagai kegiatan partisipatif dilaksanakan dengan pendekatan yang menarik, baik di dalam maupun di luar ruangan, termasuk melalui permainan tradisional,” ujarnya
Anggota Yayasan Indonesia Mengabdi ini juga menambahkan bahwa program yang digagas bersama mahasiswa lainnya, memilih filosofi metamorfosis kupu-kupu, sebagai landasan program untuk menggambarkan perjalanan perubahan yang berlangsung secara bertahap.
Dia juga menekankan bahwa tantangan guru pada masa depan semakin kompleks. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut mampu berkegiatan di lingkungan sekolah, tetapi juga perlu memiliki kemampuan merancang intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pengalaman mengembangkan metamorfosis menjadi salah satu pembelajaran penting bagi calon guru, untuk memahami persoalan sosial dan merancang pendampingan yang relevan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus,” paparnya.
Kegiatan Expo sendiri secara resmi dibuka oleh Muhammad Yusran, Kepala Subbagian Tata Usaha Sentra Wirajaya Makassar yang hadir mewakili pimpinan.
Melalui program tersebut maka para mahasiswa calon guru profesional itu, ingin mengembangkan perspektif calon guru, khususnya guru BK, bahwa pendampingan edukatif dan konseling diperlukan diluar sekolah, untuk membantu anak mengembangkan kapasitas diri dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
Expo menghadirkan pelbagai kegiatan, mulai dari penyampaian materi penguatan oleh narasumber, panggung ekspresi, hingga gallery walk yang menampilkan karya-karya kreatif penerima manfaat.
Expo ini dihadiri sekitar 70 orang, termasuk 10 penerima manfaat dari kelompok ABH, mahasiswa, pekerja sosial, ketua kelompok kerja, serta penerima manfaat dari klaster non-ABH.
Adapun mahasiswa PPG UNM adalah
Muhammad Yusran Hayat, S.Pd,
Herli Ramadhani, S.Pd,
Andi Arsin, S.Pd. Sri Wahyuni Mahyudin, S. Pd, Zahra Azizah, S.Pd, Muhammad Rayyan, S.Pd, Fatimah Az’Zahra Hamid,
S.Pd, Fahira Nasir, S.Pd dan
Muhrawati, S.Pd.
Diakhir kegiatan expo, juga diadakan penyerahan modul kepada pihak Sentra Wirajaya Makassar. Modul ini diharapkan dapat menjadi bahan pendukung bagi pendamping, dalam melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas bagi ABH.
(Budi/PPID Disdik Sulsel)











