Teropong Aspirasi Masyarakat
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • Login
  • Home
  • News
    • Semua
    • Daerah
    • Nasional
    PENGANTAR PENDIDIKAN BUKAN MATA KULIAH HAFALAN: FONDASI MENJADI GURU YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd (Dosen FSD UNM)

    PENGANTAR PENDIDIKAN BUKAN MATA KULIAH HAFALAN: FONDASI MENJADI GURU YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd (Dosen FSD UNM)

    Rekonsiliasi Data PTK Kembali Dilanjutkan

    Rekonsiliasi Data PTK Kembali Dilanjutkan

    Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

    Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

    SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan Gelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS

    SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan Gelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS

    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi
  • Home
  • News
    • Semua
    • Daerah
    • Nasional
    PENGANTAR PENDIDIKAN BUKAN MATA KULIAH HAFALAN: FONDASI MENJADI GURU YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd (Dosen FSD UNM)

    PENGANTAR PENDIDIKAN BUKAN MATA KULIAH HAFALAN: FONDASI MENJADI GURU YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd (Dosen FSD UNM)

    Rekonsiliasi Data PTK Kembali Dilanjutkan

    Rekonsiliasi Data PTK Kembali Dilanjutkan

    Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

    Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

    SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan Gelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS

    SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan Gelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS

    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
Teropong Aspirasi Masyarakat
Home News

PENGANTAR PENDIDIKAN BUKAN MATA KULIAH HAFALAN: FONDASI MENJADI GURU YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd (Dosen FSD UNM)

Muh. Ahmad by Muh. Ahmad
September 29, 2026
Reading Time:4min read
0
PENGANTAR PENDIDIKAN BUKAN MATA KULIAH HAFALAN: FONDASI MENJADI GURU YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd (Dosen FSD UNM)

MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 |
Ada sebuah pemandangan yang sering saya temui di awal semester. Ketika saya menyebutkan mata kuliah Pengantar Pendidikan di kelas mahasiswa calon guru semester satu, sebagian menghela napas. Di benak mereka, ini adalah mata kuliah teori, penuh hafalan tentang pengertian pendidikan menurut para ahli, landasan-landasan, dan pasal-pasal undang-undang. Mata kuliah yang harus dilewati, bukan dihayati. Padahal, di mata kuliah inilah sebenarnya seorang calon guru sedang ditanya untuk pertama kalinya secara serius, mau menjadi guru seperti apa.

RELATED POSTS

Rekonsiliasi Data PTK Kembali Dilanjutkan

Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan Gelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS

Selama ini kita terlalu sibuk menyiapkan calon guru yang pintar mengajar materi, tapi lupa menyiapkan calon guru yang paham hakikat mendidik. Akibatnya, yang lahir adalah penjaga kelas, bukan pendidik. Penjaga kelas sibuk mengejar target kurikulum, memastikan semua catatan selesai, dan semua anak bisa calistung secepat mungkin. Pendidik, di sisi lain, sibuk memastikan setiap anak tumbuh sesuai tahapnya, dihargai keunikannya, dan merasa aman menjadi dirinya sendiri.

Perbedaan itu berawal dari apakah mahasiswa benar-benar memahami Pengantar Pendidikan atau hanya menghafalnya untuk ujian.

Mari kita lihat realitas di lapangan, dekat dari kita saja, di lorong-lorong Bawakaraeng Makassar. Seorang guru TK mendapat tekanan dari orang tua agar mengajari anak TK B calistung intensif dengan PR menulis dua halaman setiap hari. Jika tidak, orang tua mengancam pindah ke bimbel. Di SMA, seorang siswa pendiam yang sangat detail dalam membuat desain poster dari sampah botol bekas dicap pemalas dan ansos hanya karena menolak menjadi presenter di depan kelas. Di SD, guru mengajarkan materi peduli lingkungan di buku, tapi setelah itu membuang sampah kertas ujian langsung ke selokan.

Tiga peristiwa itu bukan masalah metode mengajar. Itu adalah masalah hilangnya pemahaman tentang hakikat dan landasan pendidikan.

Pengantar Pendidikan mengajarkan kepada kita bahwa pendidikan menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor Dua Puluh Tahun Dua Ribu Tiga adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Kata kuncinya adalah suasana dan potensi diri. Bukan paksaan dan target. Ketika seorang guru TK memaksa anak usia empat sampai enam tahun yang secara psikologis masih berada pada tahap pra-operasional untuk menulis huruf kecil yang abstrak, ia sedang melanggar hakikat itu. Anak usia dini belajar melalui benda konkret yang bisa dipegang, diraba, dan dimainkan. Botol bekas yang diubah menjadi pot karakter jauh lebih mendidik daripada lembar kerja menulis yang membuat jari kram dan hati cemas.

Di sinilah landasan psikologis berbicara. Jean Piaget dengan jelas mengatakan anak TK belum mampu berpikir simbolik abstrak. Memaksanya sama dengan memaksa anak yang belum tumbuh gigi untuk makan steak. Dampaknya bukan kepintaran, melainkan trauma belajar. Sementara itu, landasan filosofis Ki Hajar Dewantara mengingatkan kita dengan ajaran Tut Wuri Handayani, guru di belakang memberi dorongan, bukan di depan mendikte. Dan landasan yuridis, melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor Seratus Empat Puluh Enam Tahun Dua Ribu Empat Belas serta Surat Edaran Menteri Nomor Satu Tahun Dua Ribu Dua Puluh Satu, secara tegas melarang tes calistung dan pembelajaran drilling di TK. Jika calon guru tidak memahami empat landasan ini sejak awal, ia akan mudah goyah oleh tekanan sosial. Ia akan lebih memilih menyenangkan orang tua daripada melindungi anak.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Hal yang sama terjadi pada kasus siswa introvert. Tanpa pemahaman tentang perkembangan peserta didik yang menjadi bagian dari Pengantar Pendidikan, guru akan dengan mudah memberi label. Label ansos, pemalas, tidak percaya diri. Padahal, teori kepribadian modern menjelaskan bahwa introvert bukanlah pemalu. Introvert adalah cara seseorang mengisi ulang baterai energinya, yaitu dengan kesunyian. Ia bukan tidak mau bersosialisasi, ia hanya lelah jika harus terus berada di keramaian. Ekstrovert sebaliknya, baterainya terisi saat ia berinteraksi. Ada pula ambivert yang fleksibel di keduanya, dan shy extrovert yang sebenarnya ingin tampil seperti ekstrovert tapi cemas dinilai.

Jika calon guru tidak pernah belajar ini di Pengantar Pendidikan, bagaimana ia bisa merancang pembelajaran yang adil. Ia akan terus menilai keaktifan hanya dari siapa yang paling keras bersuara di kelas. Ia akan memaksa siswa introvert untuk menjadi presenter di depan kelas agar percaya diri, padahal kepercayaan diri introvert tumbuh ketika karya detailnya dihargai, bukan ketika ia dipaksa menjadi orang lain. Di sinilah Pengantar Pendidikan mengajarkan kompetensi pedagogik yang sejati, yaitu kemampuan memahami karakteristik peserta didik.

Lebih jauh lagi, Pengantar Pendidikan hari ini harus menjawab tantangan zaman. Tujuan Pendidikan Nasional bukan hanya mencetak manusia yang berilmu, tetapi juga yang kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Kreatif tidak lahir dari menghafal. Mandiri tidak lahir dari selalu disuapi. Bertanggung jawab tidak lahir dari ceramah tentang kebersihan. Ketiga karakter itu lahir dari pengalaman nyata. Ketika mahasiswa calon guru diajak membuat pot dari botol bekas, membuat eco-brick dari sampah plastik kantin, atau membuat kertas benih dari kertas ujian bekas, mereka sebenarnya sedang belajar menerjemahkan Tujuan Pendidikan Nasional menjadi tindakan kecil yang membumi.

Sampah yang ada di selokan Bawakaraeng yang menyebabkan banjir setiap musim hujan adalah masalah pendidikan, bukan hanya masalah Dinas Lingkungan Hidup. Jika sejak TK anak diajarkan bahwa sampah adalah sumber belajar, bukan musuh, maka sepuluh tahun lagi TPA Antang tidak akan overload. Inilah yang disebut hidden curriculum, kurikulum tersembunyi. Anak belajar lebih banyak dari apa yang dilihat gurunya lakukan, bukan dari apa yang ditulis di papan tulis. Jika guru membuang sampah sembarangan, maka pelajaran peduli lingkungan di buku menjadi sia-sia.

Oleh karena itu, saya selalu mengatakan kepada mahasiswa saya, jangan anggap Pengantar Pendidikan sebagai mata kuliah hafalan untuk semester satu saja. Anggaplah ini sebagai kompas etis. Kompas yang akan kamu bawa selama menjadi guru. Ketika nanti kamu bingung harus menuruti tuntutan orang tua atau melindungi kebutuhan anak, buka kembali catatan landasan yuridis dan psikologis. Ketika kamu bingung menilai siswa yang diam, buka kembali catatan tentang temperamen dan introvert. Ketika kamu bosan mengajar, buka kembali catatan tentang hakikat pendidikan yang memanusiakan.

Guru yang hebat bukan yang paling pintar menjelaskan materi. Guru yang hebat adalah yang paling dalam memahami manusia yang ada di depannya. Dan pemahaman itu, fondasinya diletakkan di mata kuliah yang sering dianggap remeh ini, Pengantar Pendidikan. Jika fondasinya rapuh karena hanya dihafal, maka bangunan profesionalisme guru di atasnya akan mudah roboh oleh tekanan zaman. Tapi jika fondasinya kokoh karena dihayati, maka kita akan melahirkan generasi guru yang tidak hanya mengajar, tetapi benar-benar mendidik, memanusiakan manusia, dan menjaga bumi tempat kita berpijak.

Bagaimana Reaksi Anda ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Bagikan ini:

  • Skype
  • Pinterest
  • Pocket
  • Reddit
  • LinkedIn
  • Tumblr

Terkait

ShareTweetSendShareShare
Muh. Ahmad

Muh. Ahmad

Related Posts

Rekonsiliasi Data PTK Kembali Dilanjutkan
News

Rekonsiliasi Data PTK Kembali Dilanjutkan

September 28, 2026
Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan
News

Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

September 25, 2026
SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan Gelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS
News

SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan Gelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS

September 25, 2026
Tim Genius 14 Wakili Kabupaten Maros di Ajang Cerdas Cermat Guru Puncak TPN XIII Jakarta
News

Tim Genius 14 Wakili Kabupaten Maros di Ajang Cerdas Cermat Guru Puncak TPN XIII Jakarta

September 25, 2026
Disdik Sulsel-BBPMP Gelar Penulisan Soal TKA
News

Disdik Sulsel-BBPMP Gelar Penulisan Soal TKA

September 22, 2026
SMKN 1 Maros Tuan Rumah Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi DBH CHT Tahun 2026
News

SMKN 1 Maros Tuan Rumah Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi DBH CHT Tahun 2026

September 22, 2026
Please login to join discussion

Cuaca

Fans Page

Teropong Aspirasi Masyarakat.com

Paling Popoler

  • Disdik Sulsel Programkan Bimbel Live Smart School

    Disdik Sulsel Programkan Bimbel Live Smart School

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HEBAT SENDIRI: PENYAKIT ZAMAN VALIDASI SOSIAL

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Sulsel Terapkan Belajar Daring di Sekolah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Paleteang-Malimpung Mulai Mulus, Gubernur Sulsel Cek Langsung Progresnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Genius 14 Wakili Kabupaten Maros di Ajang Cerdas Cermat Guru Puncak TPN XIII Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Sulsel Luncurkan Bimbel Live Smart School

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
Teropong Aspirasi Masyarakat

Media Online Teropong Aspirasi masyarakat

Pos-pos Terbaru

  • PENGANTAR PENDIDIKAN BUKAN MATA KULIAH HAFALAN: FONDASI MENJADI GURU YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd (Dosen FSD UNM)
  • Rekonsiliasi Data PTK Kembali Dilanjutkan
  • Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Laikang Disorot, Warga Minta Data Penerima Dibuka Transparan

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News
  • Olaraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Uncategorized

© 2021 - 2021 Teropong Aspirasi Masyarakat

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi

© 2021 - 2021 Teropong Aspirasi Masyarakat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Kirim Berita