SOPPENG, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 | Kelompok lansia LELITA binaan UPTD Puskesmas Takalala, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai lansia percontohan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan dalam program Kementerian Kesehatan.
Pencapaian ini tidak lepas dari perhatian dan pembinaan berkelanjutan yang dilakukan melalui program pengembangan kesehatan lansia. Program tersebut mendapat sorotan dalam kunjungan Direktur Dinas Kesehatan Jakarta pada 27 November 2024, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kedua pada tahun 2025 di UPTD Puskesmas Takalala.
Program ini menitikberatkan pada upaya mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif melalui pendekatan siklus hidup. Kelompok lansia LELITA sendiri memiliki hampir 100 anggota yang tersebar di wilayah Labessi, Congko, Mariorilau, dan Tettikenrarae.
Kelompok ini dibina oleh tenaga kesehatan, yakni Ainuddin, S.Kep., Ns dan Al Muthmainnah, A.Md.Kep sebagai penanggung jawab, serta diketuai oleh Ibu Rustini. Sejak dibentuk pada tahun 2012, LELITA terus berkembang menjadi wadah pembinaan lansia yang aktif dan inspiratif di wilayah tersebut.
Ainuddin menjelaskan bahwa berbagai program rutin dijalankan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia. “Lansia binaan kami memiliki beberapa kegiatan, di antaranya senam lansia yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu, pelayanan posyandu lansia, kegiatan rekreasi rutin dua kali setahun, sekolah lansia yang berkolaborasi dengan BP3KB, serta program Jumat Berkah untuk meningkatkan kepedulian sosial,” ujarnya.
Program-program tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat aspek sosial dan mental para lansia. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan yang profesional, bermutu, terjangkau, merata, dan berkeadilan di wilayah Kecamatan Marioriwawo.
Salah satu anggota lansia LELITA mengaku merasakan manfaat nyata sejak bergabung dalam kelompok tersebut. “Selama ikut di kelompok ini, saya merasa tubuh lebih sehat dan bugar, serta silaturahmi dengan anggota lain semakin erat. Banyak sekali manfaat yang saya rasakan,” ungkapnya.
Keberhasilan kelompok lansia LELITA diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan program serupa, sekaligus memperkuat peran lansia sebagai bagian penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat











