MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 |
Menjelang masa purnabakti, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Hery Sumiharto, SE., M.Ed., menyampaikan pesan penting kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN), khususnya para kepala sekolah, agar senantiasa menjaga etika, integritas, serta kekompakan dalam menjalankan amanah.
Pesan tersebut disampaikan Hery Sumiharto saat menghadiri kegiatan evaluasi dan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMK yang berlangsung di Hotel Grand Himawan, Makassar, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum kebersamaan para kepala SMK se-Sulawesi Selatan sekaligus acara pelepasan Hery Sumiharto yang akan memasuki masa purnabakti.
Hery Sumiharto dijadwalkan mengakhiri masa pengabdiannya sebagai ASN pada 31 Agustus 2026. Dengan demikian, mulai 1 September 2026, dirinya secara resmi memasuki masa purnabakti setelah puluhan tahun mengabdikan diri dalam dunia pemerintahan dan pendidikan.
Di hadapan ratusan kepala SMK, Hery tampil tegar. Suasana perpisahan berlangsung penuh keakraban, diselingi canda, namun berubah haru ketika dirinya menyampaikan pesan terakhir sebagai pejabat sekaligus mentor bagi para kepala sekolah.
“Saya sangat berbahagia melihat kehadiran teman-teman kepala sekolah yang tetap penuh semangat dalam mengawal program pendidikan. Saya berharap pendidikan ke depan semakin maju dan berkembang. Kuncinya tentu niat, kekompakan dan ketulusan dalam menjalankan setiap tugas,” ujar Hery.
Menurutnya, jabatan dalam birokrasi pada hakikatnya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ia mengingatkan ASN agar tidak hanya berorientasi pada jabatan, tetapi juga menjadikan etika dan integritas sebagai pegangan dalam bekerja.
“Untuk meraih kesuksesan, khususnya sebagai ASN, salah satu kuncinya adalah memelihara dan menjaga etika birokrasi. Dengan begitu, dalam kondisi dan situasi apa pun kita tetap teguh menjalankan tugas tanpa harus mengorbankan prinsip,” pesannya.
Hery juga mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya tidak hanya berlangsung di lingkungan Dinas Pendidikan Sulsel. Ia pernah dipercaya mengemban amanah di sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Sosial Sulawesi Selatan.
Baginya, seluruh perjalanan tersebut merupakan bagian dari proses pengabdian yang harus diterima dan dijalani dengan penuh rasa syukur.
“Semua berjalan normal dan baik. Memang kami cukup banyak dipercaya mengisi posisi jabatan di Dinas Pendidikan Sulsel. Saya kira itu sesuatu yang patut disyukuri, bukan untuk dibanggakan secara berlebihan,” tuturnya.
Hery yang dikenal dekat dengan para kepala sekolah itu juga mengaku berat meninggalkan lingkungan kerja yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
“Kami bukan lagi Kabid, tidak lagi ASN dan bahkan saya bukan lagi mentor. Namun saya berharap teman-teman tetap semangat dan penuh spirit dalam membangun pendidikan, khususnya pada jenjang SMK,” ucapnya dengan suara bergetar.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah dan staf yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan tugasnya.
“Untuk semua teman kepala sekolah dan seluruh staf, saya menyampaikan terima kasih atas kerja samanya selama ini. Saya juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas ada perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan. Semoga semuanya dapat dimaafkan,” katanya.
Momen perpisahan tersebut semakin hangat ketika puluhan kepala SMK secara bergantian menyampaikan kesan dan testimoni terhadap kepemimpinan Hery Sumiharto. Mereka menilai Hery bukan hanya menjalankan fungsi sebagai pejabat struktural, tetapi juga mampu menjadi mentor dan tempat bertukar pikiran bagi para kepala sekolah.
Kepala SMKN 5 Makassar, H. Amar Bachti, menyampaikan bahwa berakhirnya masa jabatan dan status ASN Hery Sumiharto tidak berarti berakhir pula hubungan silaturahmi dengan para kepala sekolah.
“Selamat atas seluruh pengabdian Pak Hery. Purnabakti bukan berarti sebuah perpisahan. Beliau tetap menjadi mentor bagi kami dan tentu akan kami undang ketika ada kegiatan di sekolah, karena bagi saya beliau bukan hanya pejabat, tetapi juga guru,” ujar Amar Bachti.
Dengan berakhirnya masa tugas Hery Sumiharto sebagai Kabid SMK, para kepala sekolah berharap nilai-nilai keteladanan, kedisiplinan, etika birokrasi dan semangat pengabdian yang selama ini ditanamkan dapat terus menjadi bagian dari perjalanan pendidikan vokasi di Sulawesi Selatan.(*)











