BULUKUMBA, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 — SMKN 1 Bulukumba melaksanakan Workshop Penyusunan Perangkat Ajar TeFa Program Bantuan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Pabrik (*Teaching Factory*) di aula SMKN 1 Bulukumba. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan dibuka oleh Kepala Sekolah Andi Hamran, S.P., M.P.
Workshop diikuti oleh sejumlah guru mata pelajaran produktif dengan kolaborasi guru mata pelajaran normatif adaptif/umum. Kegiatan menghadirkan narasumber, yaitu Dr. Ahmad, M.Pd., Widyaiswara BPPMPVP KPTK Gowa, dan Hj. Rosmaya Umar, S.Pd., M.Pd., Pengawas Pembina SMKN 1 Bulukumba.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran kejuruan agar relevan dengan kebutuhan dunia industri, dunia kerja, dan dunia usaha.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep, prinsip, dan implementasi *Teaching Factory* sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan proses pembelajaran di sekolah dengan budaya, prosedur standar, dan suasana kerja yang sesungguhnya di industri.
Workshop difokuskan pada penyusunan dan pengembangan perangkat ajar yang mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis produksi dan layanan. Perangkat ajar disusun dengan mengacu pada capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, kebutuhan murid, standar kompetensi kerja, serta karakteristik produk atau jasa yang dikembangkan melalui *Teaching Factory*.
Dalam kegiatan ini, peserta workshop diarahkan untuk menyusun berbagai perangkat pembelajaran, antara lain modul ajar, alur tujuan pembelajaran, lembar kerja/*jobsheet*, asesmen, rubrik penilaian, SOP pekerjaan, serta perangkat pendukung lainnya yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran berbasis *Teaching Factory*.
Pendekatan pembelajaran yang dikembangkan menempatkan murid sebagai pelaku utama dalam proses produksi atau pelayanan. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam merencanakan pekerjaan, melaksanakan proses produksi atau layanan, menerapkan standar mutu, menyelesaikan permasalahan, hingga melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan.
Dengan adanya workshop ini, perangkat ajar yang dihasilkan diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, berbasis proyek dan produk, berorientasi pada mutu, serta sesuai dengan standar dunia kerja.
Selain itu, pembelajaran *Teaching Factory* diharapkan dapat membangun karakter murid, seperti disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta budaya kerja profesional.
Kegiatan workshop penyusunan perangkat ajar *Teaching Factory* juga menjadi sarana bagi guru untuk melakukan kolaborasi dan berbagi praktik baik dalam mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri. Hasil workshop diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran sehingga tercipta ekosistem pendidikan vokasi yang semakin mendekati kondisi dan tuntutan dunia kerja.
Pada akhirnya, pelaksanaan program pengembangan pembelajaran berbasis Pabrik (*Teaching Factory*) diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetensi lulusan, memperkuat keterkaitan dan kesepadanan antara sekolah dengan dunia kerja, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, keterampilan kerja, dan karakter profesional sesuai kebutuhan industri.
*(WaHubinMasSMKN1Blk)*











