Teropong Aspirasi Masyarakat
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • Login
  • Home
  • News
    • Semua
    • Daerah
    • Nasional
    HEBAT SENDIRI: PENYAKIT ZAMAN VALIDASI SOSIAL

    HEBAT SENDIRI: PENYAKIT ZAMAN VALIDASI SOSIAL

    BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025

    BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025

    SUARA PERS, SUARA RAKYAT DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset!

    SUARA PERS, SUARA RAKYAT DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset!

    SMKN 1 Bulukumba Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Teaching Factory

    SMKN 1 Bulukumba Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Teaching Factory

    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi
  • Home
  • News
    • Semua
    • Daerah
    • Nasional
    HEBAT SENDIRI: PENYAKIT ZAMAN VALIDASI SOSIAL

    HEBAT SENDIRI: PENYAKIT ZAMAN VALIDASI SOSIAL

    BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025

    BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025

    SUARA PERS, SUARA RAKYAT DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset!

    SUARA PERS, SUARA RAKYAT DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset!

    SMKN 1 Bulukumba Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Teaching Factory

    SMKN 1 Bulukumba Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Teaching Factory

    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
Teropong Aspirasi Masyarakat
Home News

HEBAT SENDIRI: PENYAKIT ZAMAN VALIDASI SOSIAL

adm-aspirasirakyat by adm-aspirasirakyat
Agustus 28, 2026
Reading Time:3min read
0
HEBAT SENDIRI: PENYAKIT ZAMAN VALIDASI SOSIAL

MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 | Di zaman semua orang bisa like, komen, dan share, lahirlah satu penyakit baru: merasa hebat sendiri. Ia tidak butuh resep dokter. Ia tumbuh dari notifikasi, dari sorotan, dari rasa ingin selalu jadi pusat perhatian. Bukan karena prestasinya luar biasa, tapi karena cara dia memandang dirinya. Di kepalanya, dia tokoh utama. Yang lain figuran, penonton, atau kompetitor yang harus dikalahkan.

RELATED POSTS

BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025

SUARA PERS, SUARA RAKYAT DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset!

SMKN 1 Bulukumba Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Teaching Factory

Cirinya mudah dikenali. Selalu merasa paling tahu, paling benar, paling berjasa. Ketika ada pendapat berbeda, ia tidak mendengarkan untuk memahami. Ia mendengarkan hanya untuk mencari celah membantah. Ketika orang lain dipuji, ia cepat mengalihkan ke pencapaian dirinya. Ketika ada masalah, penyebabnya selalu orang lain. Ketika ada keberhasilan, kreditnya selalu untuk dirinya. Bahasa yang dipakai terdengar rasional. “Ini standar tinggi”, “aku hanya tidak mau kompromi dengan yang salah”, “aku realistis”. Padahal isinya tetap sama: aku di atas, kalian di bawah.

Akar penyakit ini beragam. Sebagian tumbuh dari lingkungan yang terlalu sering memuji tanpa memberi cermin. Sejak kecil selalu jadi anak emas, selalu juara, selalu didengarkan, lalu kebiasaan itu dibawa sampai dewasa. Sebagian lagi justru kebalikannya. Karena pernah merasa tidak dianggap, maka saat akhirnya dapat panggung ia berpegangan terlalu erat dan tidak mau melepas.

Tapi pemicu terbesar hari ini adalah validasi sosial. Algoritma media sosial memberi hadiah instan: satu posting viral, seratus like, ribuan views. Otak kita mencatat itu sebagai bukti bahwa kita benar. Semakin sering divalidasi, semakin sulit menerima koreksi. Lama-lama muncul ilusi bahwa opini pribadi adalah kebenaran universal. Ditambah budaya membandingkan. Lihat pencapaian orang, merasa harus lebih. Lihat kritik, merasa harus membela diri. Lihat diam, merasa harus mengisi. Akhirnya yang tumbuh bukan kedewasaan, tapi kebutuhan untuk selalu terlihat paling.

Dampaknya terasa di mana-mana. Di tempat kerja, diskusi jadi satu arah. Ide orang lain dipotong. Masukan dianggap serangan pribadi. Tim lama-lama hanya berisi orang yang mengangguk. Inovasi mati, karena tidak ada ruang untuk diuji. Di pertemanan, hubungan jadi tidak setara. Cerita orang lain dipotong untuk kembali ke cerita dirinya. Masalah orang lain dianggap kecil dibandingkan masalahnya. Empati ada, tapi terbatas untuk dirinya sendiri.

Di ruang publik, penyakit ini lebih berbahaya. Orang merasa berhak mengguruI, menghakimi, dan membatalkan orang lain hanya karena merasa paling benar. Padahal dunia tidak bekerja dengan cara itu. Masalah besar tidak selesai dengan satu suara paling keras. Ia selesai dengan banyak kepala yang mau mendengarkan.

Lalu bagaimana menyembuhkannya? Pertama, kita harus jujur bahwa semua orang punya potensi ke sana. Tidak ada yang kebal dari rasa ingin diakui. Bedanya, ada yang sadar dan mengatur, ada yang membiarkan dan membesar. Mengakui bahwa kita bisa salah bukan kelemahan. Itu tanda kita masih mau belajar. Orang yang benar-benar hebat tidak sibuk mengumumkan kehebatannya. Ia sibuk mengerjakan hal yang membuatnya bertumbuh.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Kedua, kita butuh lingkungan yang berani memberi cermin. Teman, pasangan, rekan kerja yang tidak hanya memuji tapi juga menegur. Yang berani bilang “eh ini agak berlebihan” atau “coba dengarkan dulu”. Cermin itu tidak nyaman, tapi penting. Tanpa itu, kita bisa berjalan jauh ke arah yang salah sambil merasa paling benar.

Ketiga, latih rasa ingin tahu yang lebih besar dari rasa ingin menang. Ketika berdiskusi, tujuannya bukan membuktikan siapa paling pintar. Tujuannya adalah mencari kebenaran bersama. Ketika dipuji, arahkan juga apresiasi ke orang lain yang ikut bekerja. Ketika gagal, ambil bagian tanggung jawabnya. Jangan lempar semua. Hal-hal kecil seperti ini melatih ego untuk tidak mendominasi.

Kehebatan yang bertahan bukan yang diteriakkan. Ia terlihat dari cara kita memperlakukan orang, dari cara kita menerima kritik, dari cara kita memberi tempat bagi orang lain tumbuh. Mungkin kita tidak akan jadi tokoh utama di setiap cerita. Tapi kita bisa jadi orang yang membuat cerita orang lain menjadi lebih baik.

Di zaman validasi sosial ini, pilihan ada di tangan kita. Mau terus haus sorotan, atau mau jadi pribadi yang cukup. Dan cukup, jauh lebih hebat daripada merasa hebat sendiri. (Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd. Dosen FSD UNM)

Bagaimana Reaksi Anda ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Bagikan ini:

  • Skype
  • Pinterest
  • Pocket
  • Reddit
  • LinkedIn
  • Tumblr

Terkait

ShareTweetSendShareShare
adm-aspirasirakyat

adm-aspirasirakyat

Related Posts

BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025
News

BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025

Agustus 28, 2026
SUARA PERS, SUARA RAKYAT DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset!
News

SUARA PERS, SUARA RAKYAT DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset!

Agustus 28, 2026
SMKN 1 Bulukumba Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Teaching Factory
Daerah

SMKN 1 Bulukumba Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Teaching Factory

Agustus 24, 2026
Kabid SMK: Dapodik Menjadi Acuan Mendapatkan Bantuan.
Daerah

Kabid SMK: Dapodik Menjadi Acuan Mendapatkan Bantuan.

Agustus 23, 2026
3K SANG PENDIDIK: KOMITMEN, KONSISTEN, KONSEKWEN”
Daerah

3K SANG PENDIDIK: KOMITMEN, KONSISTEN, KONSEKWEN”

Agustus 21, 2026
Momen Haru Gunawan, Sepatu yang Dipakai Kepala Seksi Diberikan untuknya
Daerah

Momen Haru Gunawan, Sepatu yang Dipakai Kepala Seksi Diberikan untuknya

Agustus 20, 2026
Please login to join discussion

Cuaca

Fans Page

Teropong Aspirasi Masyarakat.com

Paling Popoler

  • Disdik Sulsel Liburkan Siswa SMA/SMK/SLB

    Disdik Sulsel Liburkan Siswa SMA/SMK/SLB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perhatian Gubernur Sulsel kepada Siswa SMAN 8, SMAN 13, dan SMAN 14 Maros

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis Pendidikan Sulsel: Sekolah Perbaiki Dapodik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Momen Haru Gunawan, Sepatu yang Dipakai Kepala Seksi Diberikan untuknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legislator Jeneponto Bahas Korban Mutasi Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapal Latih SMKN 3 Jeneponto Terbakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Upacara HUT RI Ke-81 di Disdik Sulsel, Hery Sumiharto Tekankan Semangat Kebangsaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Arsip

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
Teropong Aspirasi Masyarakat

Media Online Teropong Aspirasi masyarakat

Pos-pos Terbaru

  • HEBAT SENDIRI: PENYAKIT ZAMAN VALIDASI SOSIAL
  • BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025
  • SUARA PERS, SUARA RAKYAT DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset!

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News
  • Olaraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Uncategorized

© 2021 - 2021 Teropong Aspirasi Masyarakat

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi

© 2021 - 2021 Teropong Aspirasi Masyarakat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Kirim Berita