MAKASSAR, π§ππ₯π’π£π’π‘πππ¦π£ππ₯ππ¦ππ ππ¦π¬ππ₯ππππ§.ππ’π | Kadis Pendidikan Sulawesi Selatan memberikan penekanan agar setiap sekolah dapat memperbaiki dan membenahi data pokok pendidikan (dapodik)
Penegasan itu disampaikan saat membuka acara bimbingan teknis pengelolaan dapodik versi 2027 tahun 2026, di Hotel Dalton Makassar, Rabu (19/8/2026).
“Bimtek ini menjadi momentum dan strategi untuk menata dapodik yang ada di sekolah. Jika ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah, maka harus membenahi dan memperbaiki dapodik yang ada di sekolah,” ujar Iqbal.
Dia mengharapkan agar pihak sekolah dapat memberikan informasi dan data yang benar dalam aplikasi dapodik versi terbaru.
“Jangan sampai karena ingin mengejar bantuan, sehingga data dan informasi tidak sesuai dengan kondisi yang ada di sekolah,” tambahnya.
Tahun 2025 lanjut Iqbal, Sulsel menjadi daerah di luar pulau Jawa yang banyak mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Untuk tahun ini pihaknya sudah mengajukan 500 proposal ke pemerintah pusat, untuk dianggarkan dalam bantuan sarana dan prasarana.
Ketua Panitia, H Hery Sumiharto mengatakan bahwa
Tujuan dari kegiatan bimtek sebagai upaya pemuktahiran dan peningkatan kualitas data pokok dapodik pendidik tahun 2026/2027.
“Selain itu untuk menyelaraskan kualitas prosedur dan mekanisme pendataan dapodik yang disesuaikan dengan dinamika dan perkembangan,” ujarnya.
Dia menambahkan ada sekitar 2000 orang dan dibagi ke dalam tiga angkatan untuk kegiatan bimtek.
Angkatan pertama dimulai hari ini hingga 21 Agustus 2026. Angkatan kedua berlangsung pada 23-25 Agustus 2026. Serta angkatan terakhir pada 26-28 Agustus 2026.
Ada beberapa materi yang disiapkan dalam bimtek, masing-masing materi tentang dapodik versi 2027, GTK dan peserta didik, sarana dan prasarana serta materi tentang pemuktahiran dapodik.
(Budi/PPID Disdik Sulsel)










