MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 |
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 pada jenjang SMA Negeri di Sulawesi Selatan menuai perhatian. Meski seluruh tahapan seleksi telah selesai dan hasil kelulusan diumumkan, muncul pertanyaan terkait mekanisme pemenuhan kuota siswa di sejumlah sekolah yang masih memiliki kursi kosong.
Berdasarkan surat tugas pelaksanaan SPMB, Cabang Dinas Pendidikan di masing-masing wilayah diberikan kewenangan untuk mengawal dan melaksanakan proses penerimaan murid baru pada jenjang SMA. Seluruh tahapan seleksi hingga pengumuman hasil berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Namun, setelah pengumuman kelulusan, sejumlah pihak mempertanyakan proses pemenuhan kuota di sekolah yang belum terpenuhi. Pasalnya, proses tersebut dilakukan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme dan dasar pelaksanaannya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, A. Iqbal Najamuddin, menjelaskan bahwa mekanisme tersebut telah diatur secara jelas dalam Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB.
“Kalau membaca juknis sebenarnya tidak rumit. Hanya saja masih banyak yang belum membaca juknis SPMB. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa setelah seluruh tahapan SPMB selesai, setiap sekolah wajib melaporkan kuota yang belum terisi kepada Dinas Pendidikan. Selanjutnya, penyaluran untuk pemenuhan kuota dilakukan setelah mendapat persetujuan melalui Dinas Pendidikan,” ujar A. Iqbal Najamuddin saat dikonfirmasi.
Dengan penjelasan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa proses pemenuhan kuota bukan merupakan pengambilalihan kewenangan Cabang Dinas Pendidikan, melainkan bagian dari mekanisme yang telah diatur dalam Juknis SPMB.
Meski demikian, sejumlah pihak berharap seluruh tahapan pelaksanaan SPMB, termasuk proses pemenuhan kuota, terus dilakukan secara transparan dan terbuka. Kejelasan informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan murid baru serta menghindari munculnya berbagai persepsi yang keliru.
(Muh Ahmad)











