MAKASSAR, TEROPONGASPIRASIMASYARAKAT.COM – Selasar (Seni Delapan belas Makassar) salah satu kelompok ekstrakurikuler yang berkecimpung dalam wadah pembinaan OSIS SMA Negeri 18 Makassar menggelar Pentas Seni, Senin (17 Februari 2026), bertempat di pelataran sekolah (Komp. BTN Mangga Tiga Kelurahan Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Acara yang dihelat sebagai rangkaian milad ke-14 komunitas pencinta seni tersebut, mengusung tema ‘Selasar Artventure : Jelajah Imajinasi Tanpa Batas.
Pembina Selasar SMA Negeri 18 Makassar, St. Rahmawati Wahab, S.Pd. mengawali sambutan dengan ungkapan rasa terima kasih atas dukungan serta partisipasi kepada semua yang telah berkolaborasi dan berkontribusi yang luar biasa sehingga gelaran pentas seni sekaligus milad ke-14 dapat terlaksana sesuai yang diharapkan. Dirinya juga mengutarakan bahwa pentas seni yang melibatkan 43 personil dari berbagai divisi seni merupakan puncak dari keseluruhan rangkaian tahapan yang menjadi tradisi dan ruang bagi siswa-siswa yang memiliki potensi dan bakat seni untuk dikukuhkan menjadi anggota Selasar sekaligus mendapatkan Pin.
Wanita paruh baya ini melanjutkan, bahwa siswa berdasarkan potensi dan bakat seninya, dikelompokkan ke dalam berbagai divisi untuk kemudian dilakukan pembinaan selama dua bulan di sekolah. Tahap selanjutnya adalah memberi ruang edukasi dan pengalaman sebagai upaya pertumbuhan pribadi dan pengembangan seni melalui kegiatan ‘Art Camp’ yang dipusatkan di Malino pada bulan September 2025.
Pada kesempatan tersebut, wanita yang juga merangkap sebagai Wakasek Urusan Sarana dan Prasarana ini berharap agar ke depan sudah ada regenerasi terkait dengan pembina Selasar. Dia beralasan bahwa dirinya sudah terlalu lama berkecimpung di komunitas ini (sejak komunitas terbentuk), apatah lagi jelang memasuki masa pensiun. Pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 18 Makassar yang diwakili oleh Wakasek Urusan Hubungan Masyarakat, Dra. Marfuah, M.BA. dalam sambutannya menyampaikan dukungan positif dan apresiasi atas pagelaran seni yang dilaksanakan oleh kelompok ekstrakurikuler Selasar SMA Negeri 18 Makassar. Ini sebagai bukti bahwa komitmen dan kepedulian para pembina di sekolah tersebut terus mengalir dalam konteks pembinaan dan pengembangan potensi dan bakat peserta didik.
Dirinya juga memberi pujian atas berbagai prestasi yang telah ditorehkan oleh para siswa di berbagai ajang lomba, khususnya lomba seni tari dan lomba seni musik. harapannya agar sederet prestasi yang telah diraih tersebut agar terus ditingkatkan ke level yang lebih tinggi.
Pagelaran Pentas Seni yang disambut antusias oleh para undangan yang terdiri dari; guru, pegawai TU, orang tua siswa dan para siswa lingkup SMA Negeri 18 Makassar, menampilkan tiga tarian legenda yang berasal dari tiga daerah berbeda, di antaranya; Tari Saman, tarian legendaris dari Suku Gayo Aceh, bernuansa religius dan mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, berhasil dipentaskan nyaris sempurna oleh penari pendukung (Kurniawati, Inayah, Rifiyatul, Hafizah, Nur Hafizah, dan Azyhfah). Disusul Tari Mattappi Tarian tradisional suku Padoe, Luwu (Sulsel), tari yang merupakan pelestarian budaya dan menggambarkan keanggunan dan kerja keras kaum perempuan dalam mengelola hasil panen.
Tarian ini didukung oleh (Kinora, Eiliyah, dan Nursafa). Kemudian Tari Bating, tari kreasi yang terinspirasi dari kisah cinta dan kesetiaan antara Lebonna dan Paerengan yang berakhir tragis (Legenda Suku Toraja). Tari dominan menonjolkan ekspresi tangan yang anggun dan melambangkan harapan dalam cinta, kesetiaan, dan pengorbanan ini, berhasil dieksekusi secara apik oleh para pendukung tari ini (Andi Nursakinah, Ayyun, Tiara, Nugrah, Aulis, dan Andi Fatimah).
Pentas Seni juga dimeriahkan dengan pertunjukan teater. Para pemeran dari divisi ini (Atika, Nur Hafizah, Alisa, Irza, Muh. Agna Aryuni Reski, dan Abdi Labyah) juga tampil menghibur dan kerap memantik tawa geli para undangan sebagai respons atas peran lugu dan dialek-dialek khas yang mereka tampilkan. Persembahan Musik perkusi yang diperkuat tujuh personil putri, turut mewarnai panggung, serta penampilan Band yang diawaki oleh talenta-talenta muda Selasar yang terdiri; dari; Muh. Agna (gitaris), Aryuna (bass), Fadil (drum), dan Fatimah (vokalis) melengkapi kemeriahan acara.
Di penghujung acara, empat vokalis (Fatimah, Naila, Adwa, dan Gladis) yang telah tampil di awal acara, kompak melantunkan lagu yang ditulis dan dipopulerkan oleh Idgitaf (seorang musisi muda yang juga dikenal sebagai konten kreator) ‘Sedia Aku Sebelum Hujan’. Lirik puitis tentang kesetiaan dan perlindungan, mampu dituntaskan oleh Kwartet Selasar di atas panggung dan seolah menghipnotis para undangan untuk turut bernyanyi bersama.
— Salman Salam —













