PINRANG, π§ππ₯π’π£π’π‘πππ¦π£ππ₯ππ¦ππ ππ¦π¬ππ₯ππππ§.ππ’π β Upaya Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menghadapi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian terus diperkuat melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya melalui dukungan dua unit mobile pump berkapasitas 500 liter per detik yang dipinjam-pakaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) PompenganβJeneberang.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, Selasa (15/9), mengungkapkan bahwa bantuan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat di wilayah Kecamatan Duampanua, khususnya pada kondisi debit air yang terbatas akibat kemarau.
Menurutnya, dua unit mobile pump tersebut akan dioperasikan di Kantong Lumpur Saluran Induk Pekkabata. Pengoperasian pompa ini diharapkan mampu menambah debit air yang masuk ke Saluran Induk Pekkabata sehingga distribusi air irigasi kepada wilayah layanan dapat tetap diupayakan secara optimal.
βMobile pump ini kita operasikan sebagai upaya menambah debit air di Saluran Induk Pekkabata. Harapannya, keterbatasan air akibat kemarau dapat ditekan sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian masyarakat tetap bisa terpenuhi,β ungkap Bachrumsyah.
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat Pinrang. Dengan tambahan pasokan melalui mobile pump, Pemerintah Kabupaten Pinrang berupaya mengurangi risiko terganggunya pertumbuhan tanaman akibat kekurangan air sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan dampak kemarau tidak semakin membebani petani. Pasokan air yang lebih terjaga diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahan serta mendukung keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Pinrang.
Bachrumsyah menambahkan, dukungan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pinrang dan BBWS PompenganβJeneberang dalam merespons persoalan irigasi yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan karena persoalan ketersediaan air tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.
Dua unit mobile pump tersebut diserahkan oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan BBWS PompenganβJeneberang yang didampingi Ketua Unit Pengelolaan Irigasi. Bantuan tersebut diterima langsung Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang bersama Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Ruslan, S.E., M.M.
Dengan beroperasinya fasilitas tambahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap distribusi air irigasi dapat semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani yang tengah menghadapi tekanan akibat musim kemarau.
Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk terus mengoptimalkan seluruh sumber daya dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga sektor pertanian tetap produktif serta melindungi keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian.











