Teropong Aspirasi Masyarakat
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • Login
  • Home
  • News
    • Semua
    • Daerah
    • Nasional
    JANGAN BANGGA BISA MAIN GITAR KALAU BELUM BISA MAIN KECAPI: PR ANAK MUDA SULSEL

    JANGAN BANGGA BISA MAIN GITAR KALAU BELUM BISA MAIN KECAPI: PR ANAK MUDA SULSEL

    Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada Murid SMAN 12 Maros

    Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada Murid SMAN 12 Maros

    Mahasiswa  UINAM Gelar  Pengabdian Masyarakat RGS 2026 d Maros

    Mahasiswa UINAM Gelar Pengabdian Masyarakat RGS 2026 d Maros

    Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Sosialisasikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMP Negeri 5 Bialo Bulukumba

    Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Sosialisasikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMP Negeri 5 Bialo Bulukumba

    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi
  • Home
  • News
    • Semua
    • Daerah
    • Nasional
    JANGAN BANGGA BISA MAIN GITAR KALAU BELUM BISA MAIN KECAPI: PR ANAK MUDA SULSEL

    JANGAN BANGGA BISA MAIN GITAR KALAU BELUM BISA MAIN KECAPI: PR ANAK MUDA SULSEL

    Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada Murid SMAN 12 Maros

    Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada Murid SMAN 12 Maros

    Mahasiswa  UINAM Gelar  Pengabdian Masyarakat RGS 2026 d Maros

    Mahasiswa UINAM Gelar Pengabdian Masyarakat RGS 2026 d Maros

    Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Sosialisasikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMP Negeri 5 Bialo Bulukumba

    Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Sosialisasikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMP Negeri 5 Bialo Bulukumba

    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
Teropong Aspirasi Masyarakat
Home News Daerah

JANGAN BANGGA BISA MAIN GITAR KALAU BELUM BISA MAIN KECAPI: PR ANAK MUDA SULSEL

Muh. Ahmad by Muh. Ahmad
Agustus 1, 2026
Reading Time:3min read
0
JANGAN BANGGA BISA MAIN GITAR KALAU BELUM BISA MAIN KECAPI: PR ANAK MUDA SULSEL

MAKASSAR, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 | Saya sempat nyesek minggu lalu.
Ada acara nikahan keluarga di Makassar. Band lengkap. Gitar, bass, keyboard. Lagunya dari pop 2000-an sampai lagu Korea. Satu ruangan 200 orang ikut goyang dan hafal semua liriknya. Keren.

RELATED POSTS

Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada Murid SMAN 12 Maros

Mahasiswa UINAM Gelar Pengabdian Masyarakat RGS 2026 d Maros

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Sosialisasikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMP Negeri 5 Bialo Bulukumba

Pas istirahat, MC nya iseng megang mic: “Warga Sulsel yang terhormat, ada yang bisa lagu daerah tidak? Sinrili kek, Lagu Makassar kek?”

Sunyi.
Yang maju cuma Bapak-bapak 60 tahun kebetulan bawa kecapi. Duduk di pojokan. 2 senar kayu itu dipetik pelan. 3 menit. Selesai. Tidak ada yang rekam. Tidak ada yang tepuk tangan meriah.

Malam itu saya pulang bawa pertanyaan: sejak kapan kita jadi sejago ini soal musik orang, tapi setuli ini soal musik sendiri?

Mungkin ini terdengar keras. Tapi ini PR kita. “Jangan bangga bisa main gitar kalau belum bisa main kecapi.”

Kecapi Itu Bukan “Alat Musik Lama”. Dia Itu WhatsApp-nya Nenek Moyang Kita”
Anak muda sekarang menganggap kecapi = properti acara adat. Dipakai kalau ada gubernur datang. Setelah itu masuk gudang lagi.

Padahal dulu, kecapi itu fungsinya banyak sekali.
Mau melamar? Bawa kecapi. Lewat petikan dan syair Sinrili, kamu kenalan, kamu rayu, kamu janji.
Mau menghibur raja? Kecapi. Mau menceritakan La Galigo? Kecapi.
Mau melepas anak merantau? Ayah duduk, petik kecapi, ibu nyanyi pelan. Isinya doa.
Jadi kecapi itu bukan cuma musik. Dia itu surat, podcast, buku sejarah, dan terapi dalam satu.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Gitar bisa mainkan lagu dari seluruh dunia. Itu hebat.
Tapi kecapi bisa mainkan rasa orang Sulawesi Selatan. Rasa lautnya pelaut Bugis. Rasa gunungnya orang Toraja. Rasa kerasnya orang Makassar.
Mana yang lebih “kita”?

Jujur, Kenapa Kita Jauh dari Kecapi?
Ada 3 alasan yang bikin kita menjauh. Dan ketiganya salah kita sendiri.
Alasan pertama: Kita diajari malu sejak kecil.
Dari SD sampai SMA, pelajaran musik isinya pianika dan recorder. Lomba nyanyi isinya lagu pop.
Kapan terakhir ada lomba “Sinrili Terbaik Tingkat Provinsi”? Jarang.
Lama-lama otak kita merekam: oh, berarti musik kita tidak sepenting musik mereka.

Alasan kedua: Kecapi tidak ada di FYP.
Buka TikTok. Isinya tutorial gitar, tutorial DJ, tutorial main drum.
Coba cari “Tutorial Kecapi 3 Jurus Dasar”. Ada, tapi view nya 200. Bukan karena jelek. Karena tidak ada yang bikin kontennya. Kita kalah cepat.

Alasan ketiga: Ada gengsi.
Ini yang paling nyata. Main gitar = anak gaul. Main kecapi = “kampungan”.
Padahal di Korea, anak muda bangga les Gayageum. Di Jepang, anak muda antri les Shamisen. Keduanya alat musik petik tradisional.
Mereka menjadikan tradisi sebagai gaya. Kita malah menjauhinya karena takut dibilang kuno.

Kalau Kita Diam, 10 Tahun Lagi Siapa Yang Rugi?*
Saya tidak melebih-lebihkan.
Sekarang pengrajin kecapi di Sulsel bisa dihitung jari. Pengrajinnya tua. Pemainnya tua.
Tidak ada regenerasi. Karena tidak ada yang mau belajar.
Bayangkan 2035. Ada turis datang ke Benteng Rotterdam. Tanya: “Kak, musik tradisional Sulsel apa?”
Kita jawab: “Ada Bu… namanya Kecapi… tapi sekarang sudah tidak ada yang main”.
Malu? Pasti.

Yang lebih parah: identitas kita pudar.
Anak cucu kita nanti tahunya Sulsel itu cuma Coto, Konro, dan Pantai Losari.
Mereka tidak akan pernah tahu kalau nenek moyangnya punya cara unik bercerita lewat 2 senar.
Musik itu memori kolektif. Kalau musiknya mati, cara kita mengingat siapa kita juga ikut mati.

Terus Solusinya Apa? Harus Jadi Maestro Dulu?
Tidak. Kita tidak perlu jadi maestro dulu baru mulai.
Cukup 3 langkah kecil ini:
Langkah 1: Kolaborasi. Jangan Kurung di Museum.*
Kecapi harus keluar. Harus ketemu beat.
Sudah ada komunitas anak muda milenial di Gowa yang coba: petikan kecapi + rap. Hasilnya? Anak SMA yang tadinya skip, sekarang share. Harus dikembangkan.
Karena mereka sadar: oh, ini bisa masuk playlist.
Tradisi tidak akan mati karena diubah. Tradisi mati karena tidak disentuh sama sekali.

Langkah 2: Guru dan Kampus Harus Bergerak.
Bu Guru, Pak Dosen. Cukup 1 lagu kecapi per semester. Ajarkan.
Tugasnya bukan bikin anak jago. Tugasnya bikin anak kenal.
Terus upload. Bikin #KecapiChallenge. Saya yakin orang Sulsel paling cepat viral kalau urusan pamer kebanggaan daerah.

Langkah 3: Ubah Mindset: Bangga Dulu, Baru Belajar.
Kita tidak harus nunggu jago baru bangga. Bangga dulu.
Mulai dari hal receh. Acara kampus, minta 1 lagu pembuka pakai kecapi.
Kondangan, tanya: “Boleh sewa pemain kecapi nggak, daripada organ?”
Bikin konten, backsoundnya pakai petikan kecapi.
Dari bangga, lama-lama jadi penasaran. Dari penasaran, lama-lama jadi bisa.

Ini Bukan Soal Alat Musik. Ini Soal Harga Diri.
Saya ulangi. Saya tidak benci gitar. Saya juga suka main gitar.
Tapi saya akan malu kalau 20 tahun dari sekarang, anak saya tanya: “Bu, orang Sulsel punya alat musik apa?”
Lalu saya jawab: “Ada Nak… tapi Ibu tidak bisa mainkan. Ibu lebih jago main gitar”.
Rasanya seperti punya rumah mewah tapi tidak pernah buka kamar peninggalan nenek.

Kecapi itu uratnya musik kita.
Jadi mulai sekarang, mari kita bikin standar baru untuk anak muda Sulsel.
Standarnya bukan: “Kamu bisa berapa lagu Barat?”
Tapi: “Kamu bisa ceritakan 1 bait Sinrili tidak?”
Standarnya bukan: “Followersmu berapa?”
Tapi: “Ada berapa orang yang kamu ajak kenal kecapi karena kontenmu?”

Karena rumah boleh modern, HP boleh paling baru, gaya boleh paling update.
Tapi selama di Sulsel ini masih ada yang mau petik kecapi, masih ada yang mau dengar Sinrili…
Maka kita belum kehilangan diri kita.

Dan percayalah, tidak ada rasa bangga yang lebih besar daripada bisa bilang:
“Saya anak Sulsel. Dan saya bisa mainkan musik tanah kelahiranku.” (Sri DM, Dosen FSD UNM)

Bagaimana Reaksi Anda ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Bagikan ini:

  • Skype
  • Pinterest
  • Pocket
  • Reddit
  • LinkedIn
  • Tumblr

Terkait

ShareTweetSendShareShare
Muh. Ahmad

Muh. Ahmad

Related Posts

Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada Murid SMAN 12 Maros
Daerah

Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada Murid SMAN 12 Maros

Juli 30, 2026
Mahasiswa  UINAM Gelar  Pengabdian Masyarakat RGS 2026 d Maros
Daerah

Mahasiswa UINAM Gelar Pengabdian Masyarakat RGS 2026 d Maros

Juli 29, 2026
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Sosialisasikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMP Negeri 5 Bialo Bulukumba
Daerah

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Sosialisasikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMP Negeri 5 Bialo Bulukumba

Juli 29, 2026
SMAN 12 Maros Laksanakan Pengisian Survei Lingkungan Belajar Secara Serentak
Daerah

SMAN 12 Maros Laksanakan Pengisian Survei Lingkungan Belajar Secara Serentak

Juli 27, 2026
SENI ADALAH BAHASA YANG TIDAK PERLU PENERJEMAH
Daerah

SENI ADALAH BAHASA YANG TIDAK PERLU PENERJEMAH

Juli 27, 2026
Ketua Umum PJI: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan Pengkhianat Bangsa
Nasional

Ketua Umum PJI: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan Pengkhianat Bangsa

Juli 26, 2026
Please login to join discussion

Cuaca

Fans Page

Teropong Aspirasi Masyarakat.com

Paling Popoler

  • Penempatan Guru PPPK di Sulsel Disorot, Dinilai  Semrawut dan Abaikan Jarak Domisili

    Penempatan Guru PPPK di Sulsel Disorot, Dinilai Semrawut dan Abaikan Jarak Domisili

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seleksi BCKS Disdik Sulsel Tuai Sorotan, Guru Resah Terancam Dipindahkan Jauh dari Keluarga, Pejabat;Dikonfirmasikan Terkait Hal itu Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cabang Dinas Diberi Kewenangan SPMB, Disdik Sulsel Tegaskan Hal Itu Susuai Juknis Pemenuhan Kuota SMA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pimpinan Baru SMA Negeri 3 Makassar: Andi Mashari Resmi Plt Kepala Sekolah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Sulsel Percepat Penerapan Smart School

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rombongan Bunda PAUD Kabupaten Soppeng Tinjau Pelaksanaan MPLS di TK Negeri 1 Takalala

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membangun Kompetisi Sehat di Lingkungan Akademik – Dari Mengejar Ranking ke Mengejar Makna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Arsip

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
Teropong Aspirasi Masyarakat

Media Online Teropong Aspirasi masyarakat

Pos-pos Terbaru

  • JANGAN BANGGA BISA MAIN GITAR KALAU BELUM BISA MAIN KECAPI: PR ANAK MUDA SULSEL
  • Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada Murid SMAN 12 Maros
  • Mahasiswa UINAM Gelar Pengabdian Masyarakat RGS 2026 d Maros

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News
  • Olaraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Uncategorized

© 2021 - 2021 Teropong Aspirasi Masyarakat

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Daerah
  • Kontak
  • Redaksi

© 2021 - 2021 Teropong Aspirasi Masyarakat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Kirim Berita

    error: Konten dilindungi !!