BULUKUMBA, 𝗧𝗘𝗥𝗢𝗣𝗢𝗡𝗚𝗔𝗦𝗣𝗜𝗥𝗔𝗦𝗜𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧.𝗖𝗢𝗠 — Sejumlah orang tua siswa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas menyatakan penolakan terhadap penonaktifan Erniati, S.Pd., M.M., Kepala SDN 175 Bulo-bulo, Kabupaten Bulukumba. Penolakan tersebut disampaikan melalui aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba, Rabu, 14 Januari 2026.
Aksi yang diikuti sekitar 20 orang peserta itu menilai penonaktifan Erniati sebagai kepala sekolah tidak sesuai prosedur dan berpotensi berdampak pada lingkungan sekolah. Dua orang orator, Bun Ari dan Bun Callu, secara terbuka menyampaikan aspirasi tersebut.
“Kami sebagai orang tua siswa menolak penonaktifan Ibu Erniati yang selama ini kami nilai menjalankan tugasnya dengan baik. Kebijakan ini kami anggap tidak sesuai prosedur,” ujar Bun Ari dalam orasinya.


Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba, Andi Buyung, menerima langsung para pendemo di Warkop Jack yang berada di belakang Kantor Dinas Pendidikan. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan pengamanan dari Polres Bulukumba, Polsek Ujung Bulu, dan Satpol PP.
Dalam dialog tersebut, Andi Buyung menjelaskan bahwa pembebasan sementara Erniati dari jabatannya sebagai Kepala SDN 175 Bulo-bulo dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil.
“Pembebasan sementara ini bertujuan agar proses pemeriksaan dapat berjalan secara objektif. Hal ini sudah sesuai dengan Pasal 11 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS,” jelas Andi Buyung.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut telah tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba Nomor 800/9500/Dikbud.01/XII/2025.
Sementara itu, Sekretaris Satgas Dinas Pendidikan Bulukumba, H. Zubair, memaparkan secara terbuka dugaan pelanggaran yang menjadi dasar pemeriksaan terhadap Erniati.
“Proses ini masih berjalan dan kami pastikan dilakukan secara transparan serta sesuai ketentuan yang berlaku,” kata H. Zubair.
Dalam sesi tanggapan, salah satu orator, Bun Callu, menyampaikan kekhawatiran orang tua siswa terkait dampak psikologis terhadap murid.
“Sejak Ibu Erniati dinonaktifkan, kami melihat ada perubahan pada kondisi psikologis beberapa anak. Ini yang menjadi perhatian kami sebagai orang tua,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Andi Buyung menyatakan akan menindaklanjuti.
“Kami akan memerintahkan Satgas untuk melakukan pemantauan langsung di sekolah guna memastikan kondisi peserta didik tetap terjaga,” tegasnya.
Aksi ditutup dengan penyerahan buket bunga berwarna hitam kepada Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba sebagai simbol keprihatinan. (Muh Ah)











